Minggu, 29 November 2009

Mengenal Manunggal rasa sejati 8432/M

Manunggal Rasa Sejati 8432/M.Adalah sebuah ajaran yang didirikan oleh Romo Kyai Nurmansyah njoyo sudargo yang tujuannya mengenal diri dengan niat ibdah,sesuai dengan sabda Rosul 'sopo sing ngerti ing dirine yo ngerti ing pangerane'.Angka 8432 berjumlah 17 melambngkan 17 roka'at dalam sholat yang wajib dijalani jama'ah MARASE.Demikian sekilas ajaran MARASE 8432/M pada pokok kejatian ilmu dan ajarannya.

RENUNGAN (MARASE 8432)

Entah kenapa dulu kita yang damai disisi yang Maha Agung,tiba-tiba terpelanting didunia dimana suatu alam tempat brkmbang biaknya nafsu iblis dan berbagai bentuk angkara murka. Knapa kita dulu kesini? Disini ada apa? Ruh suci yang dulu damai disisi Allah kini terkubur dalam sebongkah tanah yang diberi rupa dan akan mengalami dikubur lagi dalam perut bumi. Kita hanya sebujur bangkai,kita punya apa?kekuatan apa yang kita unggulkan?melainkan dengan pertolonganNya.

PERJUMPAAN LANGSUNG KAWULO DAN GUSTINYA MELALUI SHALAT

"Sesungguhnya Aku ini Allah, tidak ada Tuhan selain Aku maka sembahlah Aku dan dirikanlah Shalat untuk mengingat Aku" (Thåhå: 14).

Dari ayat diatas Allah telah memperkenalkan diriNya bahwa Dia satu-satunya Tuhan yang wajib disembah dan menyatakan kwajiban pada hambanya untuk selalu Shalat dalam keadaan 'eleng' (dzikirulloh). Shalat adalah aktifitas jiwa sarana brkomunikasi dengan Allah secara langsung tanpa perantara yang merupakan perjalanan ruhani menuju sang kholiq (mi'roj mu'min). Dengan demikian Shalat adalah Thariqot universal shahih yang diajarkan Kanjeng Rosulluloh saw yang wajib dilaksanakan oleh aliran apapun dalam Islam. Yang kita bahas disini adalah 'SHALAT' bukan rukun Shalat atau 'BACAAN' Shalat karena kita sudah mengetahuinya. Satu hal yang perlu diingat sudahkah Shalat kita benar-benar dalam keadaan eleng? Tanpa kita sadari Shalat yang kita lakukan selama ini hanya gerak kosong tanpa ruh Shalat, apakah akan kita jadikan Shalat kita seperti orang makan yang ditelan skaligus tanpa merasakannyadan tahu-tahu kenyang? Kalau hanya ingin 'MEMBACA' lafad Shalat kenapa harus Shalat?? Shalat sebenarnya telah mencakup bungkus dan isinya, yakni Syari'at, Thariqat, Hakikat dan Ma'rifatnya. Hal ini akan tercapai bila peshalat mempertebal rasa Ihsan dan mempunyai kesadaran bahwa selama Shalat brlangsung kita sedang brhadapan dengan Allah. Jalani Shalat dengan Tumo'ninah selaraskan antara fikiran dan hati karena hati yang tidak ikut menyaksikan badan wadag menjalankan ibdah Shalat bukan mustahil keagungan dicabut dari hati kita oleh-Nya.

BERTEMU DAN KEMBALINYA KITA PADA ALLAH

"....DAN SESUNGGUHNYA KEBANYAKAN DI ANTARA MANUSIA BENAR-BENAR INGKAR AKAN PERTEMUAN DENGAN TUHANNYA" (Ar-Rum: 8).

"Ini adalah sebuah kitab yang aku turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran" (Shad: 29).

Berpikir adalah anugrah luar biasa pada manusia agar dapat mendayagunakan potensi akal untuk mendapatkan pelajaran hingga mendapatkan derajat mulia. Demikian juga marilah kita brpikir tentang pertemuan dan kembalinya pada Tuhan, apakah yang dimaksudkan adalah nanti diakhirat setelah kita mati? bagaimana akal kita menjelaskan hal ini? Jika memang benar demikian selama ini kita Shalat menghadap pada siapa? Lalu dimanakah Allah yang kita sembah itu? Allah adalah Tuhan yang maha mutlak dan maha meliputi, tak terjangkau oleh pikiran, berbeda dengan makhlukNya, maha hidup, maha dekat, maha mengetahui lintasan hati dan maha sgala-galanya. Tuhan hanya dapat kita rasakan dengan hati jernih dan tak mungkin kita terima dengan alam pikiran. Allah swt itu maha mutlak dan maha menyelimuti, Dia ada dimana-mana semua diliputi olehNya,menyambut setiap doa,menurunkan ketentraman pada hati hamba yang sdang gelisah,menerangi hati dan sebagainya. Jika pikiran ini mengangap Allah ada ditempt yang jauh orang tidak segan-segan brbuat maksiat karena tidak merasa diawasi langsung olehNya dan keadaan itulah yang disebut "sebagai hati yang lalai". Dalam Shalat bila tanpa keyakinan dan kesadaran akan dirinya dan ruh akan kembali dan bertemu pada Tuhan maka perjalanan ruhaninya akan berhenti atau masuk ke dalam ilusi pikiran. Dan yang perlu diingat terwujudnya rasa berhadapan dan bertemu berangkat dari kesadaran dan dzikir. Jika keduanya hilang Shalat kita akan terpelanting entah kemana.

Mengenal Manunggal Rasa Sejati 8432/M-MADIUN

Manunggal Rasa Sejati 8432/M. Bukanlah nama suatu perguruan tapi nama sebuah "ajaran" ilmu batiniah yang diasuh oleh Romo Kyai Nurmansyah Njoyo Sudargo berada di Desa Kerjo Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun. Tujuan ajaran MARASE adalah mengenal diri dengan niat ibadah, sebagaimana Sabda Nabi "Man Arofanafsahu Faqod Arofa Robbahu" (barang siapa mengenal dirinya maka akan dikenal pula Tuhannya). Nama MARASE berasal dari tìga kata "Manunggal" ya berarti bersatu, "Rasa" yang berarti hati suci dan "Sejati" yang berarti Tuhan. Angka 8432 mempunyai arti pada jumlah angkanya, yaitu 17 yang terhimpun dalam 17 Roka'at Shalat sehari semalam yang wajib dijalani oleh semua jama'ah MARASE. Sedang huruf "M" dibelakang angka berarti MANUNGSO (Iman dumunung kang moho kuoso). Demikian sekilas ajaran marase pada pokok kejatian ilmu dan ajarannya.